Selasa, 26 Mei 2015

Senam Kaki DM

Senam Kaki Diabetes
Senam kaki adalah kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh pasien diabetes melitus untuk mencegah terjadinya luka dan membantu melancarkan peredaran darah bagian kaki
·   Tujuan
a.    Memperbaiki sirkulasi darah
b.   Memperkuat otot-otot kecil
c.     Mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki
d.   Meningkatkan  kekuatan otot betis dan  paha
e.     Mengatasi keterbatasan gerak sendi

·         Indikasi
Diberikan sejak pasien didiagnosa menderita Diabetes Mellitus sebagai tindakan pencegahan dini.

·      Kontraindikasi
a.       Klien mengalami perubahan fungsi fisiologis seperti dipsnu atau nyeri dada.
b.      Orang yang depresi, khawatir atau cemas

·      Langkah – Langkah
1.      Dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan peserta duduk tegak diatas bangku dengan kaki menyentuh lantai

2.      Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali


3.         Dengan meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas. Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki diangkatkan ke atas. Cara ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.


4.   Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.



5.   Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.

6.      Angkat salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
7.       Luruskan salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.


8.       Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
9.      Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.
10.  Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.



11.     Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja
· Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
· Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki

· Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
· Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola


Rabu, 01 April 2015

Sudah lama menikah, belum juga mendapatkan anak. Kenapa?

Sudah lama menikah, belum juga mendapatkan anak. Kenapa?


Pasangan suami istri yang sudah menikah pasti menginginkan akan hadirnya seorang anak dalam keluarga kecil mereka, tapi apa yang terjadi jika meraka sudah lama menikah belum juga di karuniai seorang anak. sebenarnya batasan normal setiap pasangan untuk mendapatkan anak adalah satu tahun usia pernikahan mereka, jika dalam satu tahun pasangan melakukan senggama 2 – 3X dalam seminggu dan juga tidak menggunakan alat kontrasepsi tapi belum juga di karuniai keturunan maka pasangan tersebut dinamakan pasangan tidak subur. Faktor – faktor yang mempengaruhi ketidaksuburan di antara pasangan bukan hanya dari pihak istri saja yang bermasalah, melainkan dari pihak suami juga berpengaruh. Ketidaksuburan dari pihak istri ada tiga faktor, yaitu:
1.   Faktor rahim
2.   Faktor saluran telur
3.   Faktor ovulasi
Faktor pihak suami adalah sperma,sperma yang di maksud adalah banyak atau sedikitnya jumlah sperma, pergerakan sperma, bentuk sperma, dll.
Setelah mengetahui faktor – faktor di atas segeralah melakukan pemeriksaan sebagai berikut:
Pihak istri
1.   Menilai kondisi rahim dan mulut rahim
Beberapa penyakit yang dapat menghambat kehamilan dapat ditemukan pada vagina dan mulut rahim, misalnya infeksi bakteri atau jamur yang di tandai dengan adanya keputihan, kanker mulut rahim seringkali menghambat pula kehamilan seperti mioma uteri, polip, dsb. Untuk mengetahui hal tersebut bisa di lakukan pemeriksaan seperti cek darah, paps smear, USG, dsb.
2.   Kondisi saluran telur
Saluran telur mempunyai dua saluran yaitu kiri dan kanan, jika kedua saluran telur tersebut dalam kondisi baik maka kedua saluran dalam keadaan terbuka dan tidak tersumbat. Untuk mengetahui keadaan kedua saluran dapat di lakukan histerosalpingografi (HSG) pada hari ke – 9 atau ke 10 siklus haid.
3.   Kondisi kedua indung telur dan terjadinya ovulasi
Untuk menilai adanya ovulasi (terbentuknya telur oleh indung telur) perlu di lakukan pemeriksaan USG atau pemeriksaan kadar hormone progesterone satu minggu sebelum haid berikutnya,

Pemeriksaan pada pihak suami adalah dengan melakukan analisis sperma.
Setelah mengetahui letak permasalahan dari masing – masing pasangan, maka solusi yangdapat diberikan adalah sesuai hasil dari pemeriksaan yang telah di lakukan.


Sumber: Resep rahasia kesehatan wanita karya Dr. Pribakti B,SpOG(K) pada tahun 2012 di publikasi di Jakarta oleh penerbit sagung seto