Sudah
lama menikah, belum juga mendapatkan anak. Kenapa?
Pasangan
suami istri yang sudah menikah pasti menginginkan akan hadirnya seorang anak
dalam keluarga kecil mereka, tapi apa yang terjadi jika meraka sudah lama
menikah belum juga di karuniai seorang anak. sebenarnya batasan normal setiap
pasangan untuk mendapatkan anak adalah satu tahun usia pernikahan mereka, jika
dalam satu tahun pasangan melakukan senggama 2 – 3X dalam seminggu dan juga
tidak menggunakan alat kontrasepsi tapi belum juga di karuniai keturunan maka
pasangan tersebut dinamakan pasangan tidak subur. Faktor – faktor yang
mempengaruhi ketidaksuburan di antara pasangan bukan hanya dari pihak istri
saja yang bermasalah, melainkan dari pihak suami juga berpengaruh. Ketidaksuburan
dari pihak istri ada tiga faktor, yaitu:
1. Faktor
rahim
2. Faktor
saluran telur
3. Faktor
ovulasi
Faktor
pihak suami adalah sperma,sperma yang di maksud adalah banyak atau sedikitnya
jumlah sperma, pergerakan sperma, bentuk sperma, dll.
Setelah
mengetahui faktor – faktor di atas segeralah melakukan pemeriksaan sebagai
berikut:
Pihak
istri
1. Menilai
kondisi rahim dan mulut rahim
Beberapa penyakit yang
dapat menghambat kehamilan dapat ditemukan pada vagina dan mulut rahim,
misalnya infeksi bakteri atau jamur yang di tandai dengan adanya keputihan,
kanker mulut rahim seringkali menghambat pula kehamilan seperti mioma uteri,
polip, dsb. Untuk mengetahui hal tersebut bisa di lakukan pemeriksaan seperti
cek darah, paps smear, USG, dsb.
2. Kondisi
saluran telur
Saluran telur mempunyai
dua saluran yaitu kiri dan kanan, jika kedua saluran telur tersebut dalam
kondisi baik maka kedua saluran dalam keadaan terbuka dan tidak tersumbat.
Untuk mengetahui keadaan kedua saluran dapat di lakukan histerosalpingografi
(HSG) pada hari ke – 9 atau ke 10 siklus haid.
3. Kondisi
kedua indung telur dan terjadinya ovulasi
Untuk menilai adanya
ovulasi (terbentuknya telur oleh indung telur) perlu di lakukan pemeriksaan USG
atau pemeriksaan kadar hormone progesterone satu minggu sebelum haid
berikutnya,
Pemeriksaan pada pihak
suami adalah dengan melakukan analisis sperma.
Setelah mengetahui
letak permasalahan dari masing – masing pasangan, maka solusi yangdapat
diberikan adalah sesuai hasil dari pemeriksaan yang telah di lakukan.
Sumber: Resep rahasia kesehatan
wanita karya Dr. Pribakti B,SpOG(K) pada tahun 2012 di publikasi di Jakarta
oleh penerbit sagung seto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar