Rabu, 01 April 2015

Sudah lama menikah, belum juga mendapatkan anak. Kenapa?

Sudah lama menikah, belum juga mendapatkan anak. Kenapa?


Pasangan suami istri yang sudah menikah pasti menginginkan akan hadirnya seorang anak dalam keluarga kecil mereka, tapi apa yang terjadi jika meraka sudah lama menikah belum juga di karuniai seorang anak. sebenarnya batasan normal setiap pasangan untuk mendapatkan anak adalah satu tahun usia pernikahan mereka, jika dalam satu tahun pasangan melakukan senggama 2 – 3X dalam seminggu dan juga tidak menggunakan alat kontrasepsi tapi belum juga di karuniai keturunan maka pasangan tersebut dinamakan pasangan tidak subur. Faktor – faktor yang mempengaruhi ketidaksuburan di antara pasangan bukan hanya dari pihak istri saja yang bermasalah, melainkan dari pihak suami juga berpengaruh. Ketidaksuburan dari pihak istri ada tiga faktor, yaitu:
1.   Faktor rahim
2.   Faktor saluran telur
3.   Faktor ovulasi
Faktor pihak suami adalah sperma,sperma yang di maksud adalah banyak atau sedikitnya jumlah sperma, pergerakan sperma, bentuk sperma, dll.
Setelah mengetahui faktor – faktor di atas segeralah melakukan pemeriksaan sebagai berikut:
Pihak istri
1.   Menilai kondisi rahim dan mulut rahim
Beberapa penyakit yang dapat menghambat kehamilan dapat ditemukan pada vagina dan mulut rahim, misalnya infeksi bakteri atau jamur yang di tandai dengan adanya keputihan, kanker mulut rahim seringkali menghambat pula kehamilan seperti mioma uteri, polip, dsb. Untuk mengetahui hal tersebut bisa di lakukan pemeriksaan seperti cek darah, paps smear, USG, dsb.
2.   Kondisi saluran telur
Saluran telur mempunyai dua saluran yaitu kiri dan kanan, jika kedua saluran telur tersebut dalam kondisi baik maka kedua saluran dalam keadaan terbuka dan tidak tersumbat. Untuk mengetahui keadaan kedua saluran dapat di lakukan histerosalpingografi (HSG) pada hari ke – 9 atau ke 10 siklus haid.
3.   Kondisi kedua indung telur dan terjadinya ovulasi
Untuk menilai adanya ovulasi (terbentuknya telur oleh indung telur) perlu di lakukan pemeriksaan USG atau pemeriksaan kadar hormone progesterone satu minggu sebelum haid berikutnya,

Pemeriksaan pada pihak suami adalah dengan melakukan analisis sperma.
Setelah mengetahui letak permasalahan dari masing – masing pasangan, maka solusi yangdapat diberikan adalah sesuai hasil dari pemeriksaan yang telah di lakukan.


Sumber: Resep rahasia kesehatan wanita karya Dr. Pribakti B,SpOG(K) pada tahun 2012 di publikasi di Jakarta oleh penerbit sagung seto